Posted by: padiemas on: Januari 31, 2009
Sungguh memalukan apa yang telah dilakukan beberapa partai politik besar dinegeri ini dalam mengklaim segala keberhasilan yang dicapai oleh negeri ini. Bukan itu saja deretan iklan-iklan murahan yang cenderung dipenuhi kata-kata manis yang melapisi sebuah kebohongan publik. Sungguh memang sudah berlalu masa-masa dimana Indonesia dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan baik yang kecil ataupun besar. Tentu pula sudah lama terpendam jasad Ken Arok yang haus darah akan kekuasaan, demikan pula dengan orang-orang di lingkaran kekuasaannya. Tapi ternyata tidak cukup bagi generasi-generasi selanjutnya untuk memutus rantai kelam masa lalu dari cikal bakal bangsa ini.
Gambaran itu masih terlihat jelas dari parade ” ke-akuan ” dari pemimpin politik dan pemimpin negeri ini, beserta rentetan panjang pengikutnya yang terkadang tak cukup kuat untuk menjabarkan arti dari jati diri mereka. Lelucon kebodohan yang masih saja terpelihara dengan begitu rapinya dan kadang tak masuk akal.
Bagaimana mungkin individu dan kelompok yang telah mengeluarkan pengajuan diri mereka untuk mengabdikan diri bagi negeri ini masih saja coba ambil kesempatan. Kesempatan untuk mengeksekusi bulir-bulir keberhasilan negeri ini, karena perjuangan yang belum tentu dengan sepenuh hati telah mereka lakukan.
Tak cukup berwibawakah menjadi seorang negarawan saja, tanpa harus kembali pada kelompok-kelompok tempat mereka dulu bernaung. Tokh segala keberhasilan itu akan tetap berpulang dan dirasakan oleh kelompoknya!. Kemasyhuran akan melekat dengan sendirinya tanpa harus mengeluarkan sebuah pengakuan yang keakuan.
Masih cukup panjang jalan perjuangan bagi negeri ini untuk bangkit dari dari sifat keakuan warisan cikal bakal negeri ini. Menginstall ulang bangsa ini dan memasukan warna baru yang lebih fresh dan menyejukan memanglah tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan, bila gelombang besar kesadaran dari anak negeri untuk Indonesia tercinta menjadi fenomena. Walaupun selama ini tidak terdeteksi dan masuk dalam lingkaran politik dan kekuasaan. Semoga!.
(Padiemas’09)
aku setubuh dengan mba anny…mungkin 5 taon yang lalu aku masih begitu semangat mendukung partai tertentu. Tapi koq semakin kedepan aku merasa mereka semakin membodohi kita. Baiknya pas di kampanye saja tapi kalo sudah menduduki jabatan mereka seakan tuli dan bisu terhadap keadaan kita.
inikah potret pemimpin kita ???
iya tu..nyebelin k-lo liat iklan2 itu
smoga aja rakyat bangsa ini semakin pintar dalam memilih pemimpin untuk negri ini..(^_^)
Mo tau sapa yang paling diuntungkan dalam hal ini…???
TVRI yang kaya’nya kurang beruntung, yg laen; RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, Global TV dan TV plat item laen kaya’nya cukup banyak pundi-pundinya, o-ya ada lagi L-TV, Siger TV n Tegar TV juga agak kempot tuh pundi2nya…
aku mendukuuuung mba anniiiiiiiii… hehehehe…
i…waw… ![]()
politik ya…
udah lah…yang penting ga golput aja udah ga dosa…
hehehehe….
Aku juga heran Foto segitu banyaknya and gede-gede lagi ….. tapi gak ada yang dikenal….. Udah buang2 duit aja tuch…and bikin merusak pemandangan jalan. he…he….
tapi…
itulah potret negri kita, bangsa kita. bukankah kita merupakan bagian darinya? yang tentunya harus ikut bertanggung jawab atas semuanya. Maka introspeksi diri adalah langkah yang paling bijak…!
gitu kale ya..!
da lama ga update yaaa
lam kenal yaa
Januari 31, 2009 pada 4:15 pm
Pernyataan beberapa partai dan pemerintah yang kurang dewasa dalam menyikapi oposisi sangat membuatku hilang kepercayaan tentang wibawa dan tanggung jawabnya, merasa diri paling sempurna tapi tidak dibarengi bukti kemampuan dalam memimpin dan menjadi panutan bagi rakyatnya, yang ada mereka hanya egois dan angkuh saling mencela bukannya kritik membangun.
fiuhhh…..semakin aku semangat untuk golput, he..he…golput haram kah? sebodo!