Posted by: padiemas on: Januari 7, 2009
Anakku yang kedua akan memasuki usia 1 tahun 9 bulan, sekarang sudah tidak lagi mendapatkan asi eksklusif. Memang agak sedih juga melihatnya, tetapi untuk kebaikan janin yang ada didalam rahim istriku hal itu terpaksa harus dilakukan. Kalau melihat dia tersenyum sambil memonyongkan bibirnya, kami orangtuanya hanya bisa tersenyum dan tertawa karena lucunya tingkah polah anakku yang satu ini.
Waktu liburan akhir tahun kemarin anakku yang satu ini begitu manja, sehingga harus ikut kemanapun bapaknya pergi. Tidak beda dengan abangnya, anakku yang satu ini memiliki respon yang cepat terhadap ucapan dari orang tuanya. Contohnya ketika saya mengucapkan kata : “yuk kita pergi”, dia dengan sigap mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Mulai dari mengambil sepatu miliknya, jaket , sendal orangtuanya serta jilbab milik ibunya. Melihat hal tersebut terbersit di sanubari kegembiraan yang begitu mendalam. Semoga kelak ia juga responsif terhadap lingkungan sekitarnya.
Kami sekeluarga jika berkumpul terbiasa untuk melakukan rutinitas berkeliling kampung, pada pagi dan sore hari. Sehingga hampir rata-rata orang-orang disekelilingku mengenal kami dan anak-anak kami. Hal ini kami lakukan untuk membiasakan anak-anak kami untuk berinteraksi dengan warga sekitar, sehingga tumbuh kepedulian terhadap mereka kelak.
Setelah liburan usai, berpisah dengan mereka menjadi hal yang begitu berat aku lakukan. Untunglah ketika aku berangkat mereka semua sudah tertidur lelap, sehingga tidak meninggalkan kesedihan bagi mereka. Paginya anakku yang sulung bertanya tentang bapaknya yang sudah pergi tanpa dia ketahui, ibunya hanya menjawab ” abi sedang kerja, cari duit buat beli susu Salman dan Syamil”.
Untunglah ada alat komunikasi, sehinnga setiap saat bisa memantau kondisi mereka. Syamil yang kemarin susah makan, sekarang sudah mulai normal kembali nafsu makannya. Ada yang lucu ketika aku menelpon mereka, terutama Syamil. Selalu dia mendengarkan apa yang kubilang dan selalu mencium handphonenya, seolah-olah abinya yang sedang dia cium. Ahhh… tingkah polah anak-anak yang bikin gemas orang-tuanya.
(Padiemas’08)
wah…orang tua yang baek
##ehm…ehmmm##
wahhh…saya berarti termasuk orang yang beruntung nih yang bisa ketemu anak tiap hari…
##benar sekali mas, jadi gunakan kesempatan baik yang diberikan##
selamat yaaah…punya buah hati yang baiiiik….lutuuuu….menyenangkan…. bahagianyaa…..
##makasih……………………##
Raihan jg sama persis ma syamil kalo ayahnya telp..
##anak-anak memang bikin gemes…….##
Januari 8, 2009 pada 4:38 am
wah syamil sepertinya ber-EQ tinggi…begitu penyayang
##harapan setiap orang-tua manapun##