Posted by: padiemas on: Desember 18, 2008
Tak terasa beberapa bulan lagi kita akan mengikuti siklus lima tahunan diranah perpolitikan nasional. Masa kampanye sudah dimulai beberapa bulan silam, ini menjadi masa kampanye terlama yang pernah dilalui partai politik di Indonesia. Sebanyak 44 partai politik akan berlomba untuk mengisi kursi-kursi DPR-RI, DPD-RI, DPRD kota dan kabupaten seluruh Indonesia. Dana trilyunan rupiah digelontorkan untuk mensukseskan hajat besar ini, sebuah angka yang tidak sedikit.
Pasca reformasi tahun 1997 memang membuka kran-kran demokratisasi bagi bangsa ini yang sebelumnya hal itu menjadi hal yang semu belaka. Sudah 2 kali penyelenggaraan pemilu nasional kita lalui, seperti yang kita sama-sama mahfumi belum banyak perubahan yang berarti dari ranah politik ini.
Pemberitaan media massa akhir-akhir ini banyak sekali menyoroti kebobrokan dari anggota-anggota dewan yang terhormat. Dari mulai kasus KKN sampai kasus asusila, hal ini melanda hampir semua partai politik yang ada. Tidak mengherankan jika dari beberapa pelaksanaan pilkada angka golput mencapai lebih dari 40% jumlah pemilih yang ada. Ada beberapa hal yang melatar-belakangi fenomena golput ini, diantaranya disebabkan oleh inkonsistensinya partai politik dan anggota dewan yang ada terhadap janji-janjinya pada pemilih. Selain itu proses pemutakhiran data pemilih yang masih amburadul sampai saat ini, serta adanya kerja sistemis dari aparat pemerintah yang berfihak pada parpol tertentu menyebabkan banyak pemilh yang seharusnya mendapatkan kartu pemilh tidak mendapatkan haknya.
Tetapi dari semua kekurangan yang masih terlihat disana-sini, alangkah baiknya kita memiliki sikap yang bijaksana dalam menyikapi hal ini. Sudah menjadi sunatullah bahwa semua yang ada didunia ini memiliki dua sisi yang berbeda, sisi baik dan buruk. Menjadi partisipan dalam pemilu memang bukanlah hal yang wajib, tetapi bukan pula hal yang harus kita anggap sepele. Karena dari wakil-wakil kita itulah produk perundang-undangan dilahirkan. Memang masih sulit bagi kita untuk bisa memilih orang-orang yang bisa amanah memikul tanggung-jawab yang sudah diberikan oleh rakyat.
Tapi yakinlah masih ada harapan yang bisa kita titipkan kepada partai politik dan calon anggota dewan yang ada, asal kita mau sedikit bersusah payah dalam memilah dan memilih calon wakil rakyat kita.
Sudah saatnya kita akhiri peran serta partai politik yang hanya mementingkan kelompok dan golongannya saja. Sudah saatnya orang-orang yang menjual aset bangsa ini kita hentikan kiprahnya didunia perpolitikan indonesia. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah mulai mencari calon kita, dan tahun depan kita gunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya.
Bangkitlah Indonesia Harapan Itu Masih Ada!!!
(Padiemas’08)
hmmm…politik ya,aku nga ngerti urusan ini,tapi sebagai warga negara yang baik berusaha untuk tidak golput dech.
##jalan menuju kebaikan memang terjal dan berbatu, tapi yakinlah didepan sana ada secercah harapan##
idealnya memang jangan golput. tapi kalau tak ada pilihan yang baik gimana? ![]()
##pilih yang terbaik dari yang buruk, tapi yakinlah masih ada orang baik disana##
setuju bos!!!!
golput hanyalah ekspresi orang2 putus asa.
percaya deh masih ada harapan terbentang didepan.
##mari kita sama-sama sebarkan optimisme###
walau pun memilih yang terbaik dari yang terburuk???
##aneh ya?, memang negeri ini menyimpan banyak keanehan##
hmmm..sepertina 90lput masih favorote buatQ…
[dan aku punya alasan tersendiri untuk memilih ituh]
##wis ora popo, sing penting ojo nggerecoki##
k-lo banyak yg golput brarti banyak yg ngga percaya sama calon pemimpinnya,hanyan bs berharap masiy ada yg bisa dipercaya bwt memimpin negri ini
##kalo dah gak ada lagi orang baik berarti dunia kiamat##
bener, no we..
##optimis bro##
mending golput daripada kepaksa milih ![]()
##saya gak maksa kok, sumpah deh##
aku keknya ga bakal golput lagi deh…
http://addicted2thatrush.blogdetik.com/2008/12/18/pak-tani-dan-si-penebar-senyum-jelang-pemilu/
##siiip dah bro, gw dukung##
Desember 18, 2008 pada 3:39 pm
Golput? It doesn’t matter
## how could be ?, where is our responsibility to our nation?##