Posted by: padiemas on: Desember 17, 2008
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, pagi ini masih diberikan kesempatan menikmati segarnya udara pagi. Embun yang berkilauan tertimpa sinar matahari pagi jadi teman dalam perjalanan. Lalu lalang trailer pengangkut container mengiringi langkah kaki ini, menyusuri jembatan beton yang ikut mengayun kecil saat trailer itu melintas.
Tak terasa sudah hampir setahun menetap di kota pelabuhan ini. Cerita kelam tentang kasus Tanjung Priuk kadang terlintas difikiranku, entah mengapa kasus itu belum juga terselesaikan sampai detik ini. Begitu banyak orang menjadi korban rezim yang berkuasa saat itu, walaupun pihak keamanan hanya mengakui beberapa korban saja. Padahal malam itu banyak manusia yang baru saja menghabiskan malamnya dari tempat-tempat hiburan yang ada disekitar pelabuhan. Mereka yang menjadi korban justeru kebanyakan orang-orang yang tidak tahu permasalahn yang terjadi saat itu. Aparat keamanan telah salah dalam mengidentifikasi massa yang berkerumun saat itu sebagai orang-orang yang hendak berunjuk rasa menentang mereka, demikian cerita yang terlontar dari rekan kerjaku.
Sebuah hal yang sangat mungkin, kalau korban-korban yang ada waktu itu dibuang kelaut dengan menggunakan container-container yang memang banyak tersedia disana.
Jakarta utara memang daerah yang keras, lazimnya seperti daerah-daerah pelabuhan pada umumnya penduduk disinipun kebanyakan berasal dari daerah timur Indonesia. Tetapi tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya, walaupun kasus Tanjung priuk jadi ikon sejarah kelam daerah ini tidak menjadikan warganya seperti yang ada dibenak kita selama ini.
Kita semua berharap, rezim yang berkuasa saat ini dan yang akan datang tidak lagi meninggalkan catatan sejarah kelam yang penuh dengan lumuran darah anak negeri dalam menjaga eksistensinya.
(Padiemas’08)
aku ga pernah suka jakarta ![]()
mau barat, timur, utara… semuanya aku ga suka
##awas ya ntar g boleh lewat Jakarta !!!##
Aku pernah tinggal di priuk.. Panasss
##priuknya diatas kompor y mb?##
idem sama easy :p tapi suami mencari nafkah di jakarta jd kudu belajar suka …
##emang gak nyaman tinggal di Jakarta##
Aku suka buanget Jakarta. Sukses dan gagal kadang2 hny stipis ari.
Ari koq tipis banget. Makan yg banyak dunk.
Heheheeee
##wah nyindir nih ceritanya##
Jakut identik dengan laut dan panasnya yg ampunnnnn……
Juga banjir kalo musim banjir
##tp penduduknya berhati sejuk dan penuh cinta##
smoga ngga ada lagi peristiwa yg kelak jd sejarah kelam di negri ini
##amiiin…..##
Desember 17, 2008 pada 4:23 pm
mudah2an peristiwa tanjung priok tak terulang
##kita sama-sama berdoa mas##